Menjelang Hari Perkiraan Lahir (HPL), banyak yang mulai memperhatikan posisi bayi agar persalinan dapat berjalan lebih lancar. Salah satu posisi yang perlu diwaspadai adalah sungsang, yaitu ketika kepala bayi tidak berada di bawah menjelang lahir.
Dalam unggahan reels Instagram @dr.indratarigan, dr. Indra Tarigan, Sp.OG membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan Willow Mom untuk membantu bayi turun ke posisi yang lebih ideal.
Semua langkah ini menekankan pentingnya postur tubuh yang baik, aktivitas ringan, dan pemeriksaan kehamilan yang teratur. Berikut Willowbabyshop.com telah rangkumkan beberapa hal yang bisa dilakukan agar bayi tidak sungsang berdasarkan panduan dari dr. Indra. Yuk, simak selengkapnya!
1). Tidur Miring ke Kiri
Salah satu anjuran utama dari dr. Indra adalah mengurangi posisi telentang terlalu lama. Kondisi ini dapat menekan aliran darah dan menimbulkan keluhan seperti nyeri punggung, wasir, hingga gangguan pencernaan.
Selain itu, posisi telentang membuat panggul Willow Mom lebih miring ke belakang sehingga kepala bayi bisa terdorong menjauhi jalan lahir.
Tidur miring ke kiri membantu memperbaiki sirkulasi darah ke plasenta sekaligus memberi ruang bagi bayi untuk menyesuaikan posisinya. Willow Mom bisa menggunakan bantal panjang untuk menopang punggung dan menambah kenyamanan. Kebiasaan sederhana ini dapat memberi dampak positif untuk posisi bayi menjelang persalinan.
2). Duduk Tegak dan Kurangi Bersandar Terlalu Rebah
Postur duduk ternyata ikut memengaruhi posisi bayi, Mom. Posisi terlalu bersandar membuat panggul Willow Mom bergeser ke belakang sehingga ruang pada bagian bawah rahim menjadi lebih sempit.
Dengan duduk tegak, tulang belakang berada pada posisi netral dan panggul dapat membuka ruang lebih baik untuk kepala bayi turun ke bawah. Willow Mom bisa memilih kursi yang memiliki penopang punggung agar tubuh tidak cepat lelah.
Bila bekerja dalam waktu lama, lakukan jeda singkat untuk berdiri dan melakukan peregangan ringan. Kebiasaan duduk yang benar membantu bayi tetap berada pada poros yang ideal menjelang lahir.
3). Latihan Ringan untuk Mendorong Posisi Bayi
Latihan yang paling ditekankan dr. Indra adalah knee-chest position, yaitu menungging dengan dada menempel ke alas.
Dalam videonya, beliau menjelaskan dengan jelas, “Nongging yang benar tuh gini… knee chest position tuh gini. Terus ini dada nempel kemari… kurang lebih ginilah dia. Ini dipertahankan tiga sampai lima menit.”
Posisi ini membuat gravitasi membantu bayi bergerak ke area panggul yang lebih luas. Willow Mom bisa melakukannya di alas yang nyaman, lalu tahan selama beberapa menit sesuai kemampuan.
Jenis latihan lain yang juga disarankan adalah hands-and-knees position atau posisi merangkak, pelvic tilt, dan senam hamil. Posisi-posisi tersebut membantu meregangkan punggung, membuka panggul, dan membuat otot perut lebih rileks.
Lakukan latihan di pagi hari dan malam sebelum tidur agar tubuh lebih siap menghadapi perubahan posisi bayi.
4). Jalan Kaki 20–30 Menit Setiap Hari
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki membantu panggul tetap aktif bergerak. Ritme gerakan kaki membantu bayi turun perlahan mengikuti posisi panggul. Willow Mom bisa berjalan santai di rumah, halaman, atau area yang aman dan tidak licin.
Durasi idealnya 20–30 menit setiap hari. Gerakan yang stabil membantu otot panggul terbuka secara alami. Willow Mom bisa mengatur napas agar tubuh tetap nyaman dan tidak cepat lelah. Aktivitas ini juga membantu Willow Mom tetap bugar menjelang persalinan.
5). Rutin Kontrol Kehamilan untuk Memantau Posisi Bayi
Pemeriksaan rutin memastikan posisi bayi selalu terpantau dengan baik. Dalam unggahannya, dr. Indra menegaskan pentingnya kontrol sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi hingga HPL.
Pemeriksaan rutin memungkinkan dokter melihat perubahan posisi bayi dari waktu ke waktu. Bila diperlukan, dokter dapat memberi saran penanganan tambahan agar posisi bayi lebih baik menjelang HPL.
Pemeriksaan membantu dokter mengevaluasi apakah latihan-latihan yang Willow Mom lakukan sudah menunjukkan perubahan. Jika diperlukan, dokter dapat memberikan saran tambahan seperti modifikasi postur atau pemeriksaan lanjutan.
Beberapa cara yang dianjurkan agar bayi tidak sungsang antara lain dengan tidur miring kiri, duduk tegak, latihan knee-chest, berjalan kaki teratur, dan kontrol kehamilan rutin.
Teknik-teknik ini membantu membuka panggul, merilekskan otot, dan memberi ruang lebih luas bagi bayi untuk bergerak ke posisi yang sesuai. Dengan melakukan kebiasaan sederhana secara teratur, Mama dapat mendukung persalinan yang lebih lancar.
Same In Category
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
Related Blogs By Tags
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Warna Urin Ibu Hamil Berubah-Ubah, Apa Sebabnya?
- Ukuran Perut Ibu Hamil Kecil, Berbahayakah Bagi Janin?
- Ukuran Kaki Ibu Hamil Bisa Berubah, Apakah Permanen?
- Tips Merangsang Bayi Lebih Aktif Dalam Kandungan

Leave A Comment