Kita tak menganggap ada yang janggal pada ibu hamil yang terlihat gemuk karena kehamilan membuat berat badan bertambah. Tapi, tahukah Willow Mom jika obesitas bisa berdampak pada ibu hamil dan janin?
Menurut Dr. Indra Tarigan, Sp.OG dalam postingan di akun Tiktoknya, menjaga kesehatan tubuh sebelum hamil adalah langkah awal penting yang tak boleh dilewatkan, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah berat badan.
Karena, kelebihan berat badan atau obesitas sebelum dan selama kehamilan bisa berdampak negatif bagi kesehatan Willow Mom dan janin. Tubuh gemuk saat hamil bukan hanya soal kenyamanan fisik, tetapi juga menyangkut risiko medis yang serius.
Mulai dari komplikasi kehamilan, kesulitan saat persalinan, hingga gangguan kesehatan pada bayi. Inilah mengapa penting untuk menjaga pola makan dan rutin berolahraga sejak program hamil (promil).
1). Hipertensi dan Preeklamsia
Dilansir dari AHA Journals, beberapa penelitian telah menemukan bahwa perempuan dengan kenaikan berat badan yang tinggi selama kehamilan lebih mungkin mengalami gangguan hipertensi selama kehamilan, termasuk preeklamsia.
Hipertensi saat kehamilan ini bisa berdampak buruk bagi fungsi organ, termasuk ginjal dan hati, jika tidak segera ditangani. Tak hanya itu, hipertensi juga bisa menghambat aliran darah ke plasenta, yang membuat janin kekurangan nutrisi dan oksigen.
2). Diabetes Gestasional
Tubuh gemuk saat hamil meningkatkan kemungkinan Willow Mom mengalami diabetes gestasional. Dilansir dari Mayo Clinic, diabetes gestasional menyebabkan gula darah tinggi yang dapat memengaruhi kehamilan dan kesehatan bayi.
Hal ini bisa membahayakan kesehatan Willow Mom dan bayi, terutama jika tidak terkontrol dengan baik. Selain itu, diabetes gestasional dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan berlebih (makrosomia), serta meningkatkan risiko persalinan caesar.
3). Persalinan Macet atau Distosia
Berat badan berlebih bisa menyebabkan janin tumbuh terlalu besar atau posisi janin tidak ideal. Hal ini membuat proses persalinan menjadi lebih lama dan berisiko mengalami kemacetan persalinan.
Menurut Cleveland Clinic, Willow Mom dengan tubuh gemuk harus menjalani operasi caesar atau menggunakan alat bantu persalinan. Kondisi ini tentu meningkatkan risiko komplikasi pasca persalinan serta memperlambat pemulihan.
4). Risiko Bayi Meninggal di Dalam Kandungan
Menurut BMC, perempuan yang mengalami obesitas atau obesitas parah memiliki risiko lebih tinggi terhadap hampir semua hasil kehamilan yang merugikan dan sejak minggu ke-40 kehamilan, risiko bayi meninggal dalam kandungan meningkat dua kali lipat.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, Willow Mom harus rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, menjaga pola makan, serta mengelola berat badan secara sehat sejak promil.
5). Risiko Bayi Lahir Cacat
Dilansir dari IMR Press, keturunan dari perempuan hamil yang menderita obesitas berada pada peningkatan risiko berbagai anomali kongenital. Anomali ini dapat mencakup cacat tabung saraf, anomali kardiovaskular, celah mulut, dan anomali reduksi anggota tubuh.
Selain itu, obesitas dapat mengganggu penyerapan nutrisi penting seperti asam folat, yang berperan besar dalam perkembangan organ janin. Maka dari itu, penting bagi Willow Mom untuk memperhatikan asupan gizi sejak program hamil.
6). Nyeri Sendi dan Tulang Belakang
Dilansir dari NCBI, kehamilan banyak perubahan pada struktur dan fungsi tubuh Willow Mom. Beberapa perubahan ini dapat menyebabkan masalah seperti nyeri punggung bawah (NBB) pada perempuan. Nyeri ini biasanya terjadi pada sendi sakroiliaka, tempat panggul bertemu tulang belakang.
Oleh karena itu, tak jarang dan bukan suatu hal yang aneh jika Willow Mom jadi lebih mudah merasa pegal dan sakit saat bergerak, terutama ketika perut mulai membesar seiring usia kehamilan.
7). Risiko Infeksi Pasca Persalinan
Dilansir dari NCBI, perempuan yang mengalami obesitas juga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap komplikasi pascapersalinan. Perempuan yang mengalami obesitas memiliki risiko infeksi pasca persalinan dua hingga empat kali lebih tinggi setelah operasi caesar.
Tak hanya itu, sistem kekebalan tubuh yang terganggu akibat obesitas juga membuat proses pemulihan lebih lama. Maka dari itu, penting bagi Willow Mom untuk melakukan perawatan luka sesuai anjuran dokter setelah persalinan.
Itu dia, 7 bahaya tubuh gemuk saat hamil yang harus diketahui sejak promil. Jaga berat badan ideal sejak promil agar kehamilan berjalan lancar dan bayi lahir dengan sehat.
Same In Category
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
Related Blogs By Tags
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Waspada Obesitas pada Bayi, Ini Cara Mengatasinya!
- Warna Urin Ibu Hamil Berubah-Ubah, Apa Sebabnya?
- Ukuran Perut Ibu Hamil Kecil, Berbahayakah Bagi Janin?
- Ukuran Kaki Ibu Hamil Bisa Berubah, Apakah Permanen?
- Tips Merangsang Bayi Lebih Aktif Dalam Kandungan
- Tips Atasi Lapar Tapi Tidak Selera Makan saat Hamil Muda

Leave A Comment