Bekas luka operasi caesar yang menonjol dan menebal sering kali disebut sebagai keloid. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa gatal, perih, bahkan nyeri, serta kurang menarik secara estetika.
Menurut Dr. Yena M Yuzar, Sp.OG, keloid lebih sering terjadi pada ibu yang memiliki faktor genetik atau dipengaruhi oleh hormon, terutama di usia muda. Oleh karena itu, bagi Willow Mom yang berisiko mengalami keloid, penting untuk mendapatkan informasi dan tindakan preventif sebelum operasi caesar dilakukan.
Saat operasi, dokter dapat melakukan pencegahan dengan menyuntikkan obat anti keloid pada jahitan dan menggunakan benang jahit yang lebih kecil atau bisa dicabut. Setelah luka sembuh, terapi dengan silikon gel juga bisa membantu mengurangi risiko keloid.
Namun, bagi Willow Mom yang sudah memiliki keloid besar, ada beberapa metode medis yang bisa dilakukan, seperti suntikan anti keloid atau terapi laser. Berikut, Willowbabyshop.com telah merangkum 7 cara mengatasi keloid setelah operasi caesar agar kulit tetap mulus. Yuk, simak beberapa caranya!
1). Lakukan Pencegahan Sejak Operasi Caesar
Bagi Willow Mom yang memiliki riwayat keloid, penting untuk menginformasikan kondisi ini kepada dokter sebelum menjalani operasi caesar. Hal ini agar dokter bisa mengambil langkah preventif saat proses jahitan.
"Nanti di saat sesar, kita bisa melakukan preventif dengan cara saat menjahit kulit itu, berikan suntikan anti keloid. Kemudian bisa memberikan juga benang dengan benang yang sekecil mungkin," ungkap Dr. Yena M Yuzar, Sp.OG dalam video reels di akun Instagramnya @yenayuzar.
2). Gunakan Silikon Gel Setelah Luka Sembuh
Setelah luka operasi caesar mengering, penggunaan silikon gel bisa menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah dan mengurangi keloid. Gel ini membantu menjaga kelembapan kulit dan menekan pertumbuhan jaringan parut berlebih.
3). Pertimbangkan Suntikan Anti Keloid
Jika keloid sudah terbentuk dan ukurannya cukup besar, suntikan anti keloid bisa menjadi pilihan perawatan. Perawatan ini harus dilakukan oleh dokter spesialis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya bagi Willow Mom.
"Biasanya untuk keloid yang sudah besar itu diberikan suntikan anti keloid. Paling tidak misalnya seminggu dua kali," ujar Dr. Yena M.
4). Bedakan Keloid dengan Jaringan Parut Hipertrofik
Tidak semua bekas luka yang menebal adalah keloid, ada juga yang disebut sebagai jaringan parut hipertrofik, yang lebih mudah dihilangkan dibandingkan keloid. Jika Willow Mom tidak yakin dengan jenis bekas luka yang muncul, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
"Untuk ibu-ibu yang memiliki keloid, itu belum tentu semuanya keloid. Mungkin juga itu hanya hipertrofik atau bisa juga keloid, karena berbeda. Kalau hipertrofik itu lebih mudah untuk dihilangkan dibandingkan keloid," sambungnya.
5). Terapi Laser untuk Mengecilkan Keloid
Terapi ini bekerja dengan merangsang regenerasi kulit dan mengurangi warna serta ukuran jaringan parut. Namun, terapi laser sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis profesional. Willow Mom bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui apakah prosedur ini cocok untuk kondisi kulit Willow Mom.
"Biasanya untuk keloid yang sudah besar itu diberikan suntikan anti keloid. Paling tidak misalnya seminggu dua kali. Dan biasanya itu harus dilakukan beberapa bulan sampai keloidnya mengecil. Atau secara lain dengan terapi laser."
6). Operasi Pengangkatan Keloid
Jika keloid sudah terbentuk cukup besar dan mengganggu, operasi pengangkatan bisa menjadi solusi. Prosedur ini akan mengangkat jaringan parut yang berlebihan dan memungkinkan kulit Willow Mom untuk sembuh dengan lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa ada kemungkinan keloid akan tumbuh kembali setelah operasi.
Dilansir dari Cleveland Clinic, operasi pengangkatan bekas luka keloid memang memungkinkan, tetapi disertai efek samping. Dokter biasanya tidak akan merekomendasikan operasi itu sendiri.
7). Radioterapi
Dilansir dari Cleveland Clinic, ini biasanya merupakan bentuk pengobatan setelah operasi pengangkatan untuk memastikan keloid tidak muncul kembali. Efek sampingnya mungkin lebih besar daripada manfaatnya.
Dalam beberapa kasus, radioterapi bisa menjadi pilihan pengobatan tambahan setelah operasi pengangkatan keloid untuk mencegah keloid tumbuh kembali. Radioterapi bekerja dengan memberikan radiasi pada area bekas luka untuk menekan pembentukan jaringan parut berlebih.
Itu dia, 7 cara mengatasi keloid setelah operasi caesar agar kulit tetap mulus. Dengan langkah pencegahan dan perawatan yang sesuai, Willow Mom dapat mengurangi risiko keloid dan memastikan kulit kembali sehat dan mulus setelah operasi caesar.
Same In Category
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
Related Blogs By Tags
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Waspada! Mengenal Cacar Monyet, Wabah yang Berasal dari Afrika
- Waspada! Kulit Bayi Rentan Infeksi Jamur saat Musim Hujan
- Wajib Intip! Gejala dan Cara Atasi Napas Grok Grok pada Bayi
- Tips Menjaga Kesehatan Kulit Anak agar Si Kecil Bebas Bereksplorasi
- Telapak Kaki Anak Datar, Perlukah Orang Tua Khawatir?
- Tanda Jahitan Caesar Terbuka, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
- Sulit Menurunkan Berat Badan setelah Melahirkan? Ini Penyebabnya
- Sulit Buang Air Kecil Setelah Melahirkan? Ini Penyebabnya!
- Stretch Mark di Paha? Intip Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Leave A Comment