Alergi menjadi salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Ada rekomendasi terbaru bagi Willow Mom yang memiliki riwayat alergi atau anak dengan bakat atopi.
Jika dulu ibu hamil disarankan menghindari makanan pencetus alergi seperti kacang, seafood, atau telur, kini panduannya justru berkebalikan. Dokter menyebut bahwa ibu hamil dengan risiko alergi dianjurkan makan beragam jenis makanan untuk merangsang toleransi sejak dalam kandungan.
Lantas, bagaimana penjelasan lengkapnya? Berikut penjelasan soal ibu hamil dengan alergi dianjurkan konsumsi makanan yang beragam, melansir dari unggahan Reels @dryunianak.
Ibu Hamil dengan Risiko Alergi Kini Dianjurkan Makan Beragam Makanan
Jika dulu ibu hamil yang mengandung anak dengan bakat atopi dilarang makan kacang-kacangan atau seafood karena takut memicu alergi pada bayi, kini anjuran tersebut sudah tidak berlaku lagi.
Saat ini, ibu hamil justru dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, termasuk kacang-kacangan dan seafood. Beragam paparan makanan selama kehamilan dipercaya dapat membantu memperkenalkan alergen sejak dini kepada bayi dalam kandungan.
Langkah ini dianggap membantu tubuh janin belajar mengenali berbagai zat sehingga risiko alergi dapat ditekan di kemudian hari.
“Ibu hamil yang sedang mengandung anak atopi, itu selama dia hamil kan tidak boleh makan kacang-kacangan, tidak boleh makan seafood, takutnya kalau dia makan kacang-kacang seafood, anaknya pada waktu lahir dia akan timbul alergi,” kata Prof.Dr.dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A, Subsp.A.Im(K), M.Kes.
“Sekarang malah kebalik, selama hamil, sedang mengandung anak atopi, itu wajib ibu hamil makan segala macam. Jadi dia harus makan kacang-kacangan, seafood semua diperkenalkan,” tegasnya.
Tidak Ada Pantangan Makanan untuk Ibu Menyusui
Upaya merangsang toleransi alergi tidak berhenti saat ibu hamil. Setelah bayi lahir dan mulai mendapatkan ASI, Willow Mom tetap diperbolehkan makan apa saja tanpa pantangan khusus.
Justru dengan Willow Mom mengonsumsi makanan yang beragam, bayi ikut mendapatkan paparan alergen melalui ASI secara alami. Langkah ini membantu bayi mengenali berbagai jenis makanan sejak dini dalam bentuk yang paling aman, yaitu melalui ASI.
Paparan bertahap dan konsisten inilah yang dapat membantu tubuh bayi mengembangkan toleransi, sehingga risiko alergi bisa menurun seiring pertumbuhan mereka.
“Karena untuk merangsang toleransi sejak dalam kandungan. Kemudian pada waktu dia lahir, saat dikasih ASI, ibunya boleh makan apa saja, tidak ada pantangan,” ungkap Prof.Dr.dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A, Subsp. A.Im(K), M.Kes.
Saat MPASI, Bayi Perlu Dikenalkan pada Banyak Jenis Makanan
Saat memasuki fase MPASI, rekomendasi terbaru kembali menekankan pentingnya memperkenalkan berbagai jenis makanan kepada anak.
Bahkan, anak dengan risiko alergi tetap boleh mengenal seafood, telur, dan makanan potensial alergen lainnya sejak awal MPASI. Selama tidak ada reaksi alergi yang muncul, semakin luas variasi makanan yang diperkenalkan, semakin baik.
Pemberian MPASI yang beragam ini bertujuan membantu perkembangan toleransi pada sistem kekebalan anak. Paparan yang tepat dan bertahap akan memberi kesempatan bagi tubuh anak untuk belajar bahwa makanan tersebut bukan ancaman, sehingga risiko munculnya alergi dapat diminimalkan. Metode ini dianggap jauh lebih efektif dibandingkan metode lama yang menunda atau menghindari makanan tertentu.
“Kemudian pada waktu MPASI, itu harus diperkenalkan dengan berbagai jenis makanan, boleh makan seafood, sudah boleh makan telur dan sebagainya. Karena apa? Untuk merangsang terjadinya perkembangan toleransi,” pungkas Prof.Dr.dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A, Subsp. A.Im(K), M.Kes.
Itu dia penjelasan mengenai ibu hamil dengan alergi dianjurkan konsumsi makan makanan yang beragam. Bagaimana menurut pendapat Willow Mom?
Same In Category
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
Related Blogs By Tags
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Warna Urin Ibu Hamil Berubah-Ubah, Apa Sebabnya?
- Varian Omicron Sudah Sampai Surabaya, Ini Nutrisi Jaga Imun Anak Saran IDAI
- Unik, Peralatan Makan Anak Ecorascals Terbuat dari Bambu
- Ukuran Perut Ibu Hamil Kecil, Berbahayakah Bagi Janin?
- Ukuran Kaki Ibu Hamil Bisa Berubah, Apakah Permanen?
- Traffic Light Diet, Apa Itu?

Leave A Comment