Apakah Willow Mom pernah mendengar induksi persalinan?
Bahwa alasan diperlukannya induksi persalinan biasanya jika tidak adanya kontraksi dalam dua minggu di luar tanggal jatuh tempo. Menginduksi persalinan adalah ketika penyedia layanan kesehatan memberi obat atau menggunakan metode lain. Dengan begitu, kontraksi membantu mendorong bayi keluar dari rahim.
Sedangkan persalinan harus diinduksi hanya saat adanya alasan medis. Jika kehamilan sehat, yang terbaik adalah menunggu persalinan dimulai dengan sendirinya. Apabila dokter merekomendasikannya, lalu apa saja metode induksi yang bisa dilakukan? Simak informasi selengkapnya di bawah ini, yuk!
1). Pematangan Serviks dengan Menggunakan Obat
Penyedia layanan kesehatan biasanya akan memberi obat yang disebut prostaglandin. Metode tersebut untuk membantu melembutkan dan mengencerkan serviks, sehingga akan terbuka selama persalinan.
Ibu hamil juga mungkin mendapatkan obat melalui mulut atau dimasukkan ke dalam vagina di rumah sakit. Dimana dokter dapat menggunakan obat yang disebut laminaria di vagina. Ini menyerap kelembaban dan mengembang guna membantu membuka serviks.
Pematangan serviks sering kali merupakan komponen pertama induksi persalinan. Paling umum digunakan kateter Foley digunakan untuk mengalirkan urine dari kandung kemih. Ujung kateter memiliki balon dan menempatkan ujung Foley ke dalam serviks. Kemudian balon akan mendorong serviks terbuka dari waktu ke waktu.
2). Menggunakan Obat Oksitosin secara Intravena
Sebenarnya induksi persalinan tidak selalu diperlukan. Namun dokter akan mempertimbangkan banyak faktor, termasuk kesehatan umum sang ibu dan bayi. Sementara metode induksi selanjutnya bisa menggunakan hormon oksitosin.
Dilansir dari Medlineplus, oksitosin hadir sebagai solusi (cairan) untuk diberikan secara intravena (ke dalam pembuluh darah) atau secara intramuskular (ke dalam otot) oleh dokter. Biasanya diberikan dengan pengawasan medis di rumah sakit. Dokter mungkin menyesuaikan dosis injeksi oksitosin selama perawatan, tergantung pada pola kontraksi dan efek samping yang dialami.
Dokter memberi obat-obatan untuk memulai kontraksi yang disebut oksitosin guna menginduksi persalinan. Ini mungkin membuat mengalami kontraksi yang sangat kuat, lebih sering dan menyakitkan daripada dalam persalinan alami. Namun beri tahu dokter jika Mama alergi terhadap oksitosin, obat lain atau bahan apa pun dalam injeksi oksitosin.
3). Amniotomi untuk Memecah Ketuban Pecah secara Buatan
Amniotomi juga bisa dilakukan oleh dokter di rumah sakit. Dimana prosedur amniotomi, dokter membantu mendorong persalinan dan mempercepat kontraksi dengan menusuk kantung ketuban.
Dikutip dari What To Expect, jika dokter memutuskan bahwa amniotomi diperlukan maka pasien mungkin melihat semburan air setelah pecah. Biasanya kontraksi akan mulai menjadi lebih kuat dan lebih cepat setelah selesai.
Metode ini pun memakai kait kecil yang terlihat seperti jarum rajut untuk memecahkan kantung ketuban yang menahan bayi. Apabila selama pemeriksaan serviks siap untuk melahirkan, amniotomi langsung merangsang persalinan dalam hitungan jam.
4). Penyapuan Selaput Ketuban untuk Memajukan Persalinan
Memisahkan kantung ketuban dari dinding rahim juga disebut pengupasan atau penyapuan selaput ketuban. Umumnya, dokter akan dengan lembut memasukkan jari yang bersarung tangan melalui leher rahim. Lalu memisahkan kantung ketuban dari rahim setelah serviks mulai melebar. Namun tidak dapat dilakukan jika serviks masih tertutup.
Dirilis dari My Cleveland Clinic, penyapuan membran adalah prosedur umum yang dilakukan setelah 39 minggu kehamilan untuk menginduksi persalinan secara alami. Ini dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan dalam melonggarkan kantung ketuban dari rahim. Metode tersebut adalah cara yang efektif untuk memajukan persalinan ketika mendekati atau melewati tanggal jatuh tempo.
Prosedur ini bisa mempercepat persalinan dan membantu tubuh ibu hamil melepaskan bahan kimia yang disebut prostaglandin. Prostaglandin melembutkan serviks dan mempersiapkan tubuh untuk persalinan. Tapi ingatlah, tidak ada jaminan akan memulai persalinan atau kontraksi.
Nah, demikianlah metode induksi persalinan. Artinya, beberapa cara di atas cukup untuk merangsang persalinan.
Same In Category
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
Related Blogs By Tags
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Warna Urin Ibu Hamil Berubah-Ubah, Apa Sebabnya?
- Ukuran Perut Ibu Hamil Kecil, Berbahayakah Bagi Janin?
- Ukuran Kaki Ibu Hamil Bisa Berubah, Apakah Permanen?
- Tes Kehamilan di Malam Hari, Apakah Hasilnya Akurat?
- Terasa Nyeri di Bawah Pusar saat Hamil? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
- Tangan dan Kaki Bengkak saat Hamil, Apakah Gejala Preeklamsia?

Leave A Comment