Sudah bukan rahasia bila ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi di masa awal kehidupannya.
ASI secara alami mengandung antibodi, anti-alergi, hormon, dan enzim yang mendukung tumbuh kembang. Selain itu, pemberian ASI eksklusif juga lebih mudah, murah, dan terpenting bisa menciptakan ikatan emosional antara bayi dan ibu. Sehingga kekebalan tubuh bayi menjadi lebih baik dan kesempatan stimulasi untuk tumbuh kembang lebih banyak.
Namun tak bisa dipungkiri, bila dalam keadaan tertentu (seperti adanya indikasi medis pada bayi yang ditentukan oleh dokter) pemenuhan nutrisi terpaksa dicukupi dengan susu formula khusus untuk bayi. Wajib bagi orang tua memahami kalau susu formula bayi bukan produk steril sehingga ada risiko kontaminasi bakteri jika penyiapan dan pemberiannya tidak memperhatikan standar kebersihan dan keamanan.
Kontaminasi bisa terjadi saat air yang dipakai suhunya tidak cukup tinggi, atau karena kondisi penyimpanan susu yang lembab dan hangat sehingga memicu pertumbuhan bakteri. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menyiapkan susu formula bayi secara aman di rumah.
- Selalu cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum mencuci bersih peralatan minum bayi.
- Cuci peralatan minum dan perlengkapan yang dipakai sepertu gelas dan sendok secara seksama dengan air hangat dan sabun. Semua sisa susu harus disikat bersih tanpa sisa. Setelah itu, bilaslah dengan air bersih. Apabila menggunakan perangkat sterilisasi, ikuti petunjuk pemakaian.
- Jangan lupa membersihkan permukaan meja tempat menyiapakan susu formula sebelum digunakan.
- Selalu gunakan air matang bersuhu minimal 70 derajat celsius dengan jumlah sesuai takaran penyiapan untuk membuat susu formula. Untuk mendapatkan suhu 70 derajat, air yang sudah mendidih didiamkan sekitar 10 menit, baru kemudian dicampur dengan susu formula. Susu yang masih panas dapat diturunkan suhunya dengan meletakkan botol atau gelas berisi susu dalam wadah berisi air dingin. Periksa suhu formula sebelum diberikan pada bayi dengan cara meneteskan di kulit pergelangan tangan bagian dalam orang dewasa.
- Tidak boleh menyiapkan susu dengan cara mencampur bubuk formula dengan sedikit air bersuhu 70 derajat celsius kemudian menambahkan air dingin hingga mencapai jumlah takaran yang disarankan.
- Berikan susu formula dalam watu 2 jam setelah dibuat. Buanglah sisa susu apabila waktunya sudah lewat.
- Apabila susu tidak akan segera diberikan setelah dibuat, segera dinginkan dan simpan dalam wadah tertutup rapat dalam lemari pendingin dengan suhu kurang dari 5 derajat celsius.
- Gunakan susu yang disimpan tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
- Penyimpanan susu formula secara aman dapat mencegah terjadinya kontaminasi. Dengan demikian, bayi terhindar dari risiko gangguan pemenuhan asupan nutrisi yang dibutuhkan agar dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal.
Same In Category
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
Related Blogs By Tags
- Waspadai Penyakit yang Timbul setelah Anak Berenang
- Waspada Black Mold Tumbuh di Ruangan Lembab Mengganggu Kesehatan Anak
- Susu Formula Sempat Dikerubungi Semut, Apakah Aman Dikonsumsi Bayi?
- Susu Formula Menggumpal, Apakah Aman Diberikan pada Bayi?
- Susu Formula Kaleng Tahan Berapa Lama Setelah Dibuka?
- Penyebab dan Cara Mengatasi Anak yang Tidak Suka Minum Susu
- Pengaruh Susu Formula Bisa Bikin Gigi Anak Rusak, Ini Faktanya!
- Mengenal Bakteri Probiotik Pelindung Saluran Cerna Manusia
- Mata Bengkak pada Bayi, Apa Saja Penyebabnya?
- Kenapa Susu Formula Menggumpal? Ini Penyebabnya yang Jarang Disadari

Leave A Comment