ASI perah berminyak, apakah Willow Mom perlu waspada?
ASI berminyak dapat muncul pada awal proses menyusui, bahkan pada ASI perah yang telah disimpan. Tekstur berminyak yang terdapat pada ASI tersebut biasanya disebabkan oleh beberapa faktor dan menjadi pertanyaan umum bagi para ibu yang sedang menyusui. Namun, apakah ASI atau ASI perah yang berminyak tersebut berbahaya bagi bayi?
Penyebab ASI Berminyak
Dilansir laman Easy Diapering, komposisi ASI memang dapat bervariasi sepanjang hari. Ini menjadi salah satu penyebab ASI berminyak. Studi yang diterbitkan dalam Pediatric Clinicians of North America menjelaskan bahwa tekstur, kekentalan, dan rasa ASI akan berbeda tergantung kebutuhan bayi. ASI memiliki kapasitas untuk berubah dengan cepat berdasarkan biofeedback dari air liur si kecil.
Di pagi hari, ASI akan menjadi lebih banyak kandungan gula dan teksturnya encer. Sementara di malam hari, ASI mengandung lebih banyak lemak dan kental, sehingga tampak berminyak. ASI yang tampak lebih encer merupakan foremilk, sedangkan ASI yang kental dan berminyak adalah hindmilk.
Menurut konselor laktasi, F.B. Monika dalam Buku Pintar ASI dan Menyusui, foremilk tinggi kandungan laktosa sehingga dapat membantu perkembangan otak bayi dan memberikan energi. Sedangkan hindmilk cenderung lebih kental, kaya lemak, dan berperan dalam pertambahan berat badan bayi.
Lemak dalam ASI yang tampak berminyak ini memiliki manfaat untuk bayi. Selain dapat memberikan energi, ini juga menjadi sumber asam lemak esensial untuk menunjang pertumbuhan dan penambahan berat badan bayi. Lemak dalam ASI sangat penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf bayi, Bunda. Ini juga memainkan peran penting dalam perkembangan penglihatan si kecil.
ASI berminyak juga dapat ditemukan pada ASI perah yang telah disimpan di pendingin. Lalu apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?
Penyebab ASI Perah Berminyak
Tekstur ASI kental dan cenderung berminyak juga dapat ditemukan di ASI perah (ASIP). Bagian ASI tampak lebih kental, berminyak, dan kuning seperti krim dan mengendap di bagian atas. Menurut Monika, ASI perah memang dapat menjadi kental karena proses penyimpanan, Bunda. ASI akan terpisah menjadi beberapa lapisan ketika didiamkan selama beberapa waktu.
Terkadang ASI perah yang dipanaskan terlihat seperti berminyak. Hindmilk memang biasanya mengandung lemak, sehingga ketika dihangatkan akan menjadi seperti berminyak. Willow Mom nggak perlu khawatir karena hal tersebut normal. Kalau setelah dihangatkan ASI perah berwarna lebih kuning dan seperti berminyak di atasnya, itu hal yang normal.
Nah, sebenarnya tidak ada cara mengatasi ASI berminyak karena ini adalah hal yang wajar. ASI perah yang kental dan berminyak bukan berarti rusak atau basi. Saat dikeluarkan dari pendingin, Willow Mom bisa menaruh ASI di botol usai dipanaskan.
Same In Category
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
Related Blogs By Tags
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
- Waspadai Penyakit yang Timbul setelah Anak Berenang
- Waspadai Ancaman Hepatitis Akut Misterius yang Menyerang Anak
- Waspada! Kulit Bayi Rentan Infeksi Jamur saat Musim Hujan
- Waspada Penyakit Kawasaki pada Anak, Ini Gejala dan Cara Deteksinya

Leave A Comment