Welcome, Mom/Dad!
google_button Or please Login / Register!
Gigi Anak Mulai Keropos? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gigi Anak Mulai Keropos? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gigi keropos merupakan masalah umum yang sering dialami oleh si kecil lho, Mom.

Kesehatan gigi anak adalah salah satu aspek penting dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka. Tak jarang kita sebagai orang tua masih lengah dan menganggap gigi anak masih gigi susu, dan belum memerlukan perawatan lebih.  Salah satu masalah yang sering ditemui yaitu gigi keropos yang berawal dari karies gigi.


Diperkirakan 90% dari anak-anak usia sekolah di seluruh dunia dan sebagian besar orang dewasa pernah menderita karies. Prevalensi tertinggi terdapat di Asia dan Amerika latin. Gigi dan mulut yang tidak sehat akan mempengaruhi pada perkembangan anak, sebab kondisi gigi susu pasti menentukan pertumbuhan gigi tetap si anak. 


Selain itu, bila si Kecil memiliki gigi yang tidak sehat, dia akan sulit mencerna makanan sehingga proses pertumbuhan si anak akan terganggu.


Penyebab Gigi Anak Keropos


Penyebab umumnya berawal dari karies, penyakit yang multifaktorial yang disebabkan  oleh berbagai faktor yang berhubungan satu sama lain. Ada berbagai penyebab gigi keropos pada anak yang seharusnya bisa dihindari dan diminimalisir, meliputi:


  1. Kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan gigi sejak dini
  2. Memiliki kebiasaan menghisap dot sebelum tidur
  3. Mengkonsumsi gula secara berlebihan
  4. Mengalami cedera mulut
  5. Mengonsumsi jenis obat tertentu


Semua hal di atas tentunya bisa dihindari asal secara konsisten menjaga kebersihan gigi anak sejak dari dini. Biasakan anak untuk sadar tentang kebutuhan membersihkan gigi secara rutin. Lalu, kontrol makanan apa saja yang dimakan anak demi menghindari adanya gigi keropos pada anak.


Gejala Karies Gigi pada Anak


Tanda gigi keropos bermula dari gigi karies, gigi tersebut memang tidak akan menunjukkan perubahan yang signifikan, tetapi, seiring berjalannya waktu, kerusakan bisa akan terlihat. Adapun gejala karies gigi anak di antaranya:


  1. Timbul plak putih pada permukaan gigi yang biasanya diabaikan.
  2. Bercak kuning atau kecokelatan pada gigi mulai muncul sebagai tanda kerusakan telah berkembang.
  3. Gigi mulai kehitaman dan bahkan menjadi tidak utuh, yang menunjukkan bahwa telah terjadi pembusukan.


Pencegahan Gigi Keropos karena Karies


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gigi keropos. Meskipun lapisan terluar gigi yang sudah keropos tidak dapat tumbuh lagi, langkah-langkah pencegahan dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih parah. Pencegahan gigi anak keropos dapat dimulai dengan.


  1. Menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan membaca buku tentunya dengan cerita yang menarik.
  2. Membuat suasana sikat gigi menyenangkan dengan memutar lagu selama 2 (dua) menit saat menggosok gigi, dan menggosok gigi bersama.
  3. Mengajak anak untuk memilih sikat dan pasta giginya ( perlu dipastikan sesuai dengan usia anak)
  4. Pola makan yang sehat dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Gantilah camilan manis dengan makanan sehat seperti buah segar, sayuran, dan produk susu rendah lemak.
  5. Perawatan gigi yang baik dengan mengajari si kecil untuk menyikat gigi secara teratur setidaknya dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Gunakan benang gigi atau alat pembersih gigi antara gigi untuk menghilangkan plak.
  6. Minum air setelah makan atau minum minuman manis. Air dapat membantu membersihkan sisa makanan dan minuman serta menetralkan asam dalam mulut.
  7. Pastikan si kecil menjalani pemeriksaan gigi rutin oleh dokter gigi. Dokter gigi dapat memberikan saran khusus dan membersihkan gigi anak secara profesional.


Apakah Gigi Anak yang Keropos Bisa Tumbuh Lagi?


Kemungkinan tumbuh kembali gigi keropos tergantung pada jenis gigi yang terpengaruh. Sebagai contoh, gigi susu biasanya memiliki kemampuan untuk tumbuh kembali secara alami. 


Gigi susu pada anak-anak secara bertahap akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen yang baru. Oleh karena itu, jika gigi susu mengalami keropos, gigi yang sehat akan tumbuh menggantikannya.  Namun, perlu diperhatikan bahwa proses pertumbuhan gigi permanen mungkin memakan waktu lebih lama, terutama jika gigi susu copot terlalu dini akibat keropos. 


Menurut American Dental Association (ADA), jika gigi susu copot terlalu dini, ini dapat menimbulkan masalah karena gigi permanen yang tumbuh dapat mendorong gigi susu lainnya dengan cara yang tidak simetris.


Akibatnya, pertumbuhan gigi permanen yang tidak simetris sulit untuk dibersihkan, meningkatkan risiko pengeroposan seperti yang dialami oleh gigi susu sebelumnya. Sebaliknya, jika keropos terjadi pada gigi permanen, peluang untuk tumbuh kembali sangat kecil. 


Nah, gimana Mom apakah gigi si Kecil baik-baik saja atau mulai menandakan gejala gigi keropos seperti yang disebutkan di atas? Yuk, sharing di kolom komentar soal kondisi gigi anak dan tips ala Willow Mom!


Leave A Comment