Saat menyuapi si Kecil yang sedang belajar MPASI (Makanan Pendamping ASI), banyak orangtua yang merasa khawatir ketika makanan bayi tidak habis.
Ada yang langsung menyuap lagi dengan harapan porsinya segera habis, ada pula yang menganggap hal itu sebagai tanda si kecil pilih-pilih makanan. Tapi, benarkah bayi harus menghabiskan makanannya? Apakah ini penting untuk tumbuh kembangnya, atau justru bisa menimbulkan dampak negatif jika dipaksakan?
Simak penjelasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan khusus untuk Willow Mom.
1). Orangtua Perlu Peka Terhadap Sinyal Lapar dan Kenyang dari Bayi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan pentingnya prinsip responsive feeding, yaitu orangtua perlu mengajak bayi makan tanpa paksaan. Pendekatan ini mengajarkan untuk menghormati sinyal alami dari bayi, baik saat lapar maupun ketika ia sudah merasa cukup.
Dalam praktiknya, bayi sebaiknya diberikan kesempatan untuk makan secara perlahan dan tenang, tanpa tekanan untuk menghabiskan makanan. Tugas orangtua adalah menciptakan suasana makan yang menyenangkan, bukan memaksa agar makanan dihabiskan.
2. Bayi Tidak Perlu Menghabiskan Satu Porsi Penuh
Bayi memiliki kemampuan alami untuk mengenali kapan ia lapar dan kapan kenyang. Berdasarkan penelitian dari Healthy Eating Research, orangtua sebaiknya tidak memaksakan bayi untuk menyelesaikan makanannya, baik itu botol susu maupun makanan padat.
Membiarkan bayi berhenti makan ketika sudah cukup membantu membentuk hubungan sehat dengan makanan sejak dini. Paksaan justru dapat membuat bayi kehilangan kepekaan terhadap rasa kenyang. Hal ini berisiko memunculkan kebiasaan makan berlebihan di kemudian hari.
3. Mulai Dari Porsi Kecil, Secara Bertahap Meningkat
Saat pertama kali memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) pada usia 6 bulan, WHO menyarankan untuk memulai dari porsi kecil, seperti 2–3 sendok makan dewasa atau sekitar 120 ml per sesi makan.
Proses makan juga cukup dilakukan dalam rentang waktu maksimal 30 menit. Seiring bertambahnya usia dan kemampuan makan bayi, jumlah dan tekstur makanan bisa ditingkatkan secara bertahap. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan pencernaan.
Nah, itu dia penjelasan dari benarkah bayi harus menghabiskan makanannya. Jadi, mulai sekarang jangan memaksa si Kecil untuk menghabiskan makanannya, ya, Mom.
Same In Category
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
Related Blogs By Tags
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
- Waspadai Penyakit yang Timbul setelah Anak Berenang
- Waspadai Ancaman Hepatitis Akut Misterius yang Menyerang Anak
- Waspada! Kulit Bayi Rentan Infeksi Jamur saat Musim Hujan
- Waspada Penyakit Kawasaki pada Anak, Ini Gejala dan Cara Deteksinya

Leave A Comment