Pada suatu hari di sebuah hutan yang damai, hiduplah seekor burung merpati putih bernama Puti. Puti adalah burung yang baik hati dan sederhana. Ia tidak suka hal-hal yang mewah. Yang paling ia sukai adalah terbang bebas di langit biru dan bernyanyi di dahan pohon.
Awal Cerita
Suatu pagi yang cerah, saat Puti sedang mencari biji-bijian untuk sarapan, ia melihat sesuatu yang berkilau di rerumputan.
Puti (penasaran):
"Hmm? Apa itu yang bersinar di sana?"
Ia terbang mendekat dan menemukan sebuah permata besar berwarna ungu keunguan. Cahaya matahari membuat permata itu tampak sangat indah.
Puti (terkejut):
"Wow! Indah sekali! Ini pasti sangat berharga. Tapi… untuk apa aku memilikinya?"
Puti bingung. Ia mencoba membawa permata itu ke sarangnya di atas pohon. Namun, permata itu terlalu berat untuk dibawa terbang.
Puti (berpikir keras):
"Aku tak bisa membawanya, tapi mungkin aku bisa menggulingkannya ke bawah pohon, lalu menyimpannya di dekat sarangku."
Ia pun menggunakan paruh dan kakinya untuk mendorong permata itu sedikit demi sedikit ke bawah pohon.
Pertemuan dengan Elang
Saat Puti sedang sibuk menggulingkan permata itu, seekor elang besar bernama Garang terbang melintasi langit. Ia melihat kilauan permata dan langsung menukik ke bawah.
Garang (sinis):
"Apa yang kau lakukan, Merpati kecil? Permata itu terlalu indah untuk seekor burung seperti dirimu."
Puti (tenang):
"Aku hanya menemukannya. Aku pikir… aku akan menyimpannya. Tapi aku tidak yakin apa gunanya bagiku."
Garang:
"Kau bodoh. Permata ini bisa ditukar dengan makanan yang banyak atau bahkan kekuasaan. Berikan padaku, aku akan memanfaatkannya lebih baik."
Puti (menolak):
"Aku tidak peduli dengan kekuasaan. Tapi kalau memang kau bisa memanfaatkannya lebih baik, silakan ambil."
Garang pun mencengkeram permata itu dan terbang tinggi. Namun karena terlalu fokus dengan permata, ia tidak memperhatikan arah dan menabrak ranting pohon. Permata itu jatuh ke sungai dan tenggelam.
Garang (marah):
"Argh! Permata itu hilang! Ini salahmu, Merpati kecil!"
Puti (tenang):
"Permata itu bukan milikku. Kalau memang harus hilang, mungkin memang itu takdirnya."
Pelajaran Berharga
Beberapa hari kemudian, Puti kembali terbang di langit. Ia melihat sekelompok anak burung yang kelaparan di sebuah sarang yang kosong. Ibu mereka sedang pergi mencari makanan.
Puti (bersimpati):
"Aku tak punya permata… tapi aku masih bisa membantu."
Ia segera terbang dan mengumpulkan biji-bijian dan buah kecil untuk anak-anak burung itu.
Saat ibu burung kembali, ia sangat terharu.
Ibu Burung:
"Terima kasih, Merpati baik hati. Kau jauh lebih berharga daripada permata mana pun."
Puti tersenyum dan terbang kembali ke langit.
Akhir Cerita
Sejak hari itu, Puti dikenal di seluruh hutan sebagai burung yang dermawan dan bijak. Ia tidak memiliki permata, tetapi hatinya jauh lebih berharga dari segalanya.
Same In Category
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
Related Blogs By Tags
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
- Waspadai Penyakit yang Timbul setelah Anak Berenang
- Waspada! Kulit Bayi Rentan Infeksi Jamur saat Musim Hujan
- Waspada Penyakit Kawasaki pada Anak, Ini Gejala dan Cara Deteksinya
- Waspada Obesitas pada Bayi, Ini Cara Mengatasinya!

Leave A Comment