Welcome, Mom/Dad!
google_button Or please Login / Register!
Pup Anak Ambyar saat Mulai MPASI, Apakah Normal?

Pup Anak Ambyar saat Mulai MPASI, Apakah Normal?

Ketika bayi mulai mengonsumsi MPASI, Willow Mom pasti sangat bersemangat. Mengonsumsi makanan padat merupakan salah satu tonggak perkembangan bayi yang penting.

Saat mulai mengonsumsi MPASI, Willow Mom harus memastikan bayi mendapatkan nutrisi harian yang dibutuhkannya. Tapi, mungkin ada beberapa hal yang membuat Willow Mom khawatir. Misalnya berkaitan dengan pup bayi. Jika biasanya padat, pup anak ambyar saat mulai MPASI, apakah normal?


Pup Anak Ambyar saat Mulai MPASI, Apakah Normal?


Dilansir dari unggahan dr. Citra Amelinda, Sp. A, IBCLC, Mkes., di laman Instagram pribadinya @citra_amelinda, 1 dari 7.000 anak usia <2 tahun mengalami Food Protein-Induced Enterocolitis Syndrome (FPIES).


Apa itu FPIES? FPIES adalah reaksi usus yang tertunda terhadap makanan. Bayi yang mengalami FPIES, 1-4 jam setelah mengonsumsi makanan tertentu, bayi diare dan sangat mengantuk. Nah, ini bisa menjadi salah satu penyebab mengapa pup bayi ambyar setelah ia mengonsumsi MPASI, Mom.


Makanan Apa yang Bisa Menimbulkan Reaksi PFIES?


Sebagai orangtua, Willow Mom pasti tidak ingin si Kecil mengalami PFIES. Oleh karena itu, Willow Mom akan menghindari memberikan makanan-makanan yang memicu reaksi. Tapi apa saja makanan yang harus dihindari?


dr. Citra menambahkan jika makanan apapun bisa menyebabkan reaksi FPIES, Mom. Tapi yang paling umum adalah susu sapi, nasi, kedelai, gandum, dan telur. FPIES pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif biasanya jarang terjadi.


Bila bayi memiliki FPIES terhadap makanan tertentu, dapat meningkatkan risiko terhadap makanan tertentu lainnya. Contohnya adalah sebagai berikut:


  1. Bila si Kecil memiliki FPIES terhadap susu sapi, coba hindari makanan yang mengandung kedelai.
  2. Bila si Kecil memiliki FPIES terhadap ayam, hindari daging bebek serta puyuh.
  3. Bila si Kecil memiliki FPIES terhadap ikan, hindari pemberian makanan laut lainnya.


Namun 75% bayi dan anak hanya memiliki 1 pemicu FPIES, Mom. Jadi jika si Kecil memiliki FPIES terhadap nasi dan tetap aman saat mengonsumsi gandum, ia dapat menghindari nasi saja dan Willow Mom bisa terus mengenalkan makanan lainnya.


Apakah Kondisi Ini Bisa Sembuh?


Tidak ada tes khusus yang menunjukkan apakah bayi dan anak-anak menderita FPIES. Tapi terkadang dokter akan melakukan tes alergi untuk melihat apakah ada hal lain yang menyebabkan munculnya gejala-gejala FPIES.


Apakah kondisi ini bisa sembuh? Berita baiknya, kebanyakan anak akan sembuh dari FPIES seiring dengan berjalannya waktu, Mom. Menurut dr. Citra, FPIES ini akan menghilang saat si Kecil berusia 3 tahun.


Willow Mom juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi ini. Dokter akan menawarkan perawatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan si Kecil, ya.


Tips untuk memulai MPASI


Memulai MPASI pada bayi tidak seperti menyalakan lampu. Ini lebih seperti menggunakan sakelar peredup untuk mengubah suasana secara bertahap. Willow Mom tidak akan langsung beralih dari ASI atau susu formula ke MPASI. Sebaliknya, Willow Mom akan memperkenalkan MPASI secara bertahap hingga bayi benar-benar nyaman.


Berikut beberapa tips yang perlu diingat:


  1. Bicaralah dengan bayi saat Willow Mom menyuapinya. Mengatakan hal-hal seperti "yum, ini enak, kan?" atau "mmm" dapat membantu bayi mulai memahami apa yang terjadi (dan bahwa itu hal yang positif).
  2. Berikan contoh pada bayi. Biarkan bayi menyentuh atau bermain dengan MPASI yang dimaksud sebelum Mama menyuapinya. Letakkan sedikit di atas nampan kursi makan bayi dan biarkan mereka mengeksplorasi. Kemudian, cobalah menaruhnya di sendok dan mendekatkannya ke mulut bayi.
  3. Tiru. Tunjukkan pada bayi apa yang harus dilakukan dengan mendekatkan sesendok makanan ke mulut Willow Mom sendiri (meskipun Willow Mom hanya berpura-pura memakannya). Membantu bayi melihat apa yang harus dilakukan dapat membantunya mencobanya sendiri.
  4. Awali dan akhiri dengan hal-hal yang sudah dikenal. Cobalah memberi bayi sedikit ASI atau susu formula untuk memulai. Kemudian, beri mereka sesendok kecil makanan sebelum diakhiri dengan lebih banyak ASI atau susu formula.
  5. Bersabarlah. Bayi mungkin akan menolak atau kesal ketika sendok menghampirinya. Tidak apa-apa. Jangan memaksa bayi untuk menerima makanan jika ia belum siap. Kembalilah memberinya ASI atau susu formula dan coba lagi beberapa hari kemudian.
  6. Jika bayi tidak mau makan makanan padat setelah berkali-kali mencoba, Willow Mom mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan saran. Namun, jangan menyerah. Tak lama kemudian, sebagian besar makanan akan masuk ke mulut bayi, alih-alih ke celemeknya! 


Willow Mom perlu membawa bayi ke dokter anak jika:


  1. Bayi terus menolak makanan padat setelah 6 bulan, meskipun sudah berkali-kali mencoba, atau tampak kesulitan makan.
  2. Kotoran bayi sangat encer, berair, atau penuh lendir.
  3. Willow Mom merasa bayi makan terlalu sedikit atau terlalu banyak.
  4. Willow Mom memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang pemberian makan bayi.
  5. Bicaralah dengan dokter anak jika bayi lahir prematur atau memiliki kondisi medis tertentu. Mereka dapat memberi saran tentang cara terbaik untuk memberi makan bayi agar kebutuhannya terpenuhi.


Berikut beberapa pertanyaan yang dapat Willow Mom ajukan kepada dokter anak untuk mempelajari lebih lanjut tentang pemberian makan bayi di tahun pertama:


  1. Berapa Lama saya Harus Menyusui?
  2. Makanan padat apa yang harus saya perkenalkan kepada bayi saya terlebih dahulu?
  3. Apakah dokter punya tips untuk menyiapkan makanan agar lebih mudah ditelan bayi?
  4. Apakah dokter merekomendasikan suplemen untuk bayi, seperti vitamin D atau zat besi?
  5. Bagaimana cara terbaik untuk memberi makan bayi jika mereka mengalami refluks?


Itu penjelasan tentang normalkah jika pup anak ambyar saat mulai MPASI. Jangan ragu untuk berkonsultasi juga dengan dokter, ya, Mom.


Leave A Comment