Bila bayi sakit, obat yang diberikan biasanya berupa puyer atau sirup. Nah, Willow Mom mungkin terbiasa menyimpan obat sirup di dalam kulkas agar lebih tahan lama. Tapi apakah ini cara penyimpanan yang benar?
Selain itu, Willow Mom juga disarankan untuk mencari tahu mengenai cara penyimpanan obat. Pasalnya, cara simpan yang salah bisa merusak obat atau mengubah kualitasnya. Alhasil, obat itu mungkin jadi kurang berkhasiat.
Bila Willow Mom bertanya-tanya: Bolehkah obat sirup disimpan di kulkas, Willowbabyshop.com sudah merangkum penjelasannya pada ulasan berikut ini khusus untuk Willow Mom.
Bolehkah Obat Sirup Disimpan di Kulkas?
Bila bayi sakit, ia diberikan obat yang mudah untuk dikonsumsi. Misalnya dalam bentuk puyer atau sirup. Namun, bagaimana Willow Mom harus menyimpannya. Bolehkah obat sirup disimpan di kulkas?
Dilansir dari laman AMPM Pharmacy, obat sirup tidak boleh disimpan di kulkas. Willow Mom harus selalu merujuk pada petunjuk penyimpanan, yang dapat ditemukan pada label botol obat.
Kondisi penyimpanan untuk sebagian besar sirup obat adalah pada suhu 25-30 derajat Celcius. Dengan kata lain, menyimpan sirup obat pada suhu ruangan sudah cukup. Pastikan tempat penyimpanan sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung atau panas.
Apakah Menyimpan Obat Sirup di Kulkas Bisa Memperpanjang Masa Kadaluarsanya?
Jawabannya adalah tidak, Mom. Bahkan, menyimpannya di lemari es justru dapat mendorong pertumbuhan bakteri di dalam botol. Hal ini karena pada suhu yang lebih dingin, uap air di dalam botol dapat mengembun menjadi tetesan air. Tetesan air ini mendorong pertumbuhan bakteri dan dengan demikian mengkontaminasi obat.
Pengawet dalam sirup obat sudah cukup untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme, Mom.
Karena kondisi penyimpanan obat berbeda-beda, Willow Mom juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan apoteker untuk mengetahui cara penyimpanan obat yang benar, ya.
Obat Apa yang Harus Disimpan di Kulkas?
Baik Willow Mom seorang profesional kesehatan atau pasien, penting untuk memahami obat apa yang perlu didinginkan dan seberapa sensitif obat tersebut terhadap suhu. Setiap obat memiliki petunjuk penyimpanan khusus dan penting untuk berkonsultasi dengan petunjuk tersebut sebelum menyimpan obat di lingkungan perawatan kesehatan atau di rumah.
Obat-obatan untuk menurunkan berat badan, diabetes, kanker, dan bahkan beberapa krim dan gel harus didinginkan. Daftar berikut merinci setiap kategori, contoh jenis obat, dan alasan pendinginan:
- Insuli
Ini adalah obat suntik untuk pengobatan diabetes. Obat ini sangat sensitif terhadap suhu dan cahaya. Ada 5 jenis insulin mulai dari kerja pendek hingga kerja panjang karena insulin diklasifikasikan menurut berapa lama ia bekerja di dalam tubuh. Sebagian besar produsen insulin merekomendasikan penyimpanan insulin yang belum dibuka di lemari es. Insulin dapat cepat rusak jika tidak disimpan dalam kondisi yang tepat. - Suntikan Penurun Berat Badan
Suntikan penurun berat badan memerlukan pendinginan untuk penyimpanan yang aman. Obat-obatan ini perlu dilindungi dari panas dan merupakan obat yang sensitif terhadap suhu. Agar tetap efektif sepenuhnya, obat-obatan ini harus disimpan pada suhu 2°C hingga 8°C sampai penggunaan pertama atau kedaluwarsa. - Inhibitor TNF
Ini adalah obat suntik yang digunakan untuk mengobati penyakit inflamasi dan tidak tahan terhadap suhu tinggi, suhu beku, perubahan suhu, atau paparan cahaya yang berlebihan.
Obat ini harus disimpan di lemari pendingin pada suhu 2°C hingga 8°C dan hanya dapat berada di suhu ruangan dalam waktu terbatas tanpa risiko rusak dan kehilangan efektivitasnya. - Tetes Mata dan Telinga
Banyak tetes mata dan telinga perlu didinginkan untuk menstabilkan struktur kimianya. Obat ini dapat dibiarkan di luar lemari pendingin untuk waktu yang singkat, tetapi untuk keamanan, pendinginan adalah yang terbaik. Periksa kemasan untuk melihat apa yang direkomendasikan dalam hal penyimpanan yang aman. - Vaksin
Ini adalah obat yang paling sensitif terhadap suhu. Vaksin cepat rusak jika dibiarkan di luar parameter suhu yang ketat. Vaksin harus didinginkan dan tidak boleh berada di luar lemari pendingin lebih dari satu jam. - Antibiotik
Tidak semua antibiotik perlu didinginkan, tetapi beberapa memang perlu, terutama jika berupa cairan jangka pendek. Kemasan akan dengan jelas menyatakan “simpan di lemari pendingin”. - Injeksi Migrain
Obat injeksi migrain, yang termasuk dalam golongan antibodi monoklonal peptida terkait gen kalsitonin (CGRP), harus didinginkan. Obat ini membutuhkan suhu penyimpanan khusus antara 2°C hingga 8°C, dan hanya boleh dikeluarkan dari lemari pendingin setelah dibuka maksimal selama 7 hari. - Inhaler Asma
Sebagian besar inhaler asma tidak memerlukan pendinginan, tetapi ada beberapa obat sensitif suhu dalam kategori ini yang membutuhkannya. Penting untuk membaca petunjuk pada kemasan untuk mengetahui persyaratan penyimpanan. - Hormon Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk bubuk liofilisasi dalam vial dan kartrid dua ruang untuk rekonstitusi, kartrid pra-isi, dan pena pra-isi. Hormon pertumbuhan harus didinginkan dan hanya boleh berada di luar lemari pendingin untuk jangka waktu singkat.
Hormon pertumbuhan harus didinginkan dan hanya boleh berada di luar lemari pendingin untuk jangka waktu singkat. - Tablet dan Kapsul
Secara umum, sebagian besar tablet dan kapsul tidak memerlukan pendinginan. Namun, obat kemoterapi dan antiretroviral sensitif terhadap suhu dan harus disimpan dalam lemari pendingin sesuai dengan pedoman suhu yang ketat.
Itu penjelasan tentang bolehkah obat sirup disimpan di kulkas. Obat sirup sebagian besar tidak boleh disimpan di dalam kulkas, ya, Mom. Namun Willow Mom harus memperhatikan petunjuk penyimpanan yang ada di kemasan obat.
Semoga informasi ini bermanfaat, Mom!
Same In Category
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
Related Blogs By Tags
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
- Waspadai Penyakit yang Timbul setelah Anak Berenang
- Waspadai Ancaman Hepatitis Akut Misterius yang Menyerang Anak
- Waspada! Mengenal Cacar Monyet, Wabah yang Berasal dari Afrika
- Waspada! Kulit Bayi Rentan Infeksi Jamur saat Musim Hujan

Leave A Comment