Welcome, Mom/Dad!
google_button Or please Login / Register!
Dongeng Time: Raksasa Penjaga Pelangi

Dongeng Time: Raksasa Penjaga Pelangi

Di sebuah negeri yang jauh, tersembunyi di balik pegunungan tinggi dan hutan yang lebat, terdapat sebuah desa kecil bernama Desa Warna Indah. Desa itu unik, karena setiap pagi langitnya selalu dihiasi pelangi yang sangat cerah dan indah.

Namun, tidak ada yang tahu bahwa pelangi itu dijaga oleh seorang raksasa. Namanya adalah Gorath, sang Raksasa Penjaga Pelangi.


Rahasia di Balik Pelangi


Gorath tinggal di sebuah gua besar di puncak gunung tertinggi. Tubuhnya besar, suaranya berat, dan wajahnya terlihat menyeramkan. Tapi sebenarnya, hatinya sangat lembut. Setiap hari sebelum matahari terbit, Gorath akan bangun dan berkata:


“Hari ini… pelangi harus tetap bersinar indah.”


Ia lalu mencampur tujuh warna cahaya di dalam sebuah danau ajaib: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Dengan tongkat besar miliknya, ia mengangkat warna-warna itu ke langit.


Wuuuussshhh…!


Pelangi pun terbentuk, melengkung indah di atas Desa Warna Indah.


Anak Kecil yang Penasaran


Di desa itu, ada seorang anak perempuan bernama Lila. Ia sangat menyukai pelangi. Setiap hari ia selalu bertanya pada ibunya:


“Ibu, siapa yang membuat pelangi itu?”


Ibunya hanya tersenyum.


“Itu keajaiban alam, Nak.”


Tapi Lila tidak puas.


“Aku ingin tahu sendiri!”


Suatu pagi, sebelum matahari terbit, Lila diam-diam pergi ke arah gunung.


Perjalanan ke Gunung


Perjalanan itu tidak mudah. Lila melewati hutan gelap, mendaki batu licin, dan hampir tersesat. Ia sempat takut.


“Aku… aku harus pulang ya?”


Namun ia teringat pelangi.


“Tidak! Aku harus tahu!”


Akhirnya, saat fajar hampir tiba, ia sampai di dekat gua besar.


Pertemuan dengan Raksasa


Lila mengintip ke dalam gua… dan terkejut. Di sana, ia melihat sosok raksasa besar sedang mengangkat cahaya warna-warni ke langit.


“A-apa itu…?”


Tanpa sengaja, Lila menginjak ranting.


KRAAKK!


Gorath menoleh.


“Siapa di sana?!”


Suaranya menggema keras.


Lila gemetar.


“A-aku… aku Lila…”


Gorath mendekat. Langkahnya membuat tanah bergetar.


“Manusia kecil… kenapa kau ke sini?”


Lila hampir menangis.


“A-aku hanya ingin tahu… siapa yang membuat pelangi…”


Gorath terdiam.


Hati yang Tak Terlihat


Gorath duduk perlahan agar tidak menakuti Lila.


“Aku yang membuat pelangi itu.”


Lila terkejut.


“K-kamu? Tapi… kamu raksasa…”


Gorath tersenyum sedih.


“Apakah raksasa tidak boleh membuat sesuatu yang indah?”


Lila langsung menggeleng cepat.


“Boleh! Pelanginya sangat indah!”


Untuk pertama kalinya, Gorath merasa bahagia.


“Tidak ada yang pernah mengatakan itu padaku…”


Masalah Besar


Tiba-tiba, langit menjadi gelap. Angin bertiup kencang. Warna-warna di danau mulai memudar. Gorath panik.


“Tidak! Ini tidak boleh terjadi!”


Lila bertanya:


“Kenapa?”


Gorath menjawab:


“Jika warna pelangi hilang… dunia akan menjadi suram. Ini terjadi karena aku kehilangan semangat…”


Lila bingung.


“Semangat?”


Gorath mengangguk.


“Pelangi hanya bisa muncul jika aku percaya bahwa dunia masih penuh kebahagiaan…”


Lila berpikir sejenak.


Lila Memberi Harapan


Lila kemudian berkata dengan penuh semangat:


“Dunia masih indah! Di desaku, semua orang tersenyum saat melihat pelangi!”


“Anak-anak bermain, ibu-ibu tertawa, dan aku… aku selalu bahagia melihatnya!”


Gorath menatap Lila.


“Benarkah?”


“Iya! Pelangi buatanmu membuat semua orang bahagia!”


Perlahan, warna-warna di danau mulai kembali bersinar.


Pelangi Terindah


Gorath berdiri dan mengangkat tongkatnya.


“Baiklah… kita buat pelangi paling indah hari ini!”


Lila ikut membantu.


“Aku bantu semangat ya!”


Wuuuussshhh…!


Cahaya warna-warni melesat ke langit. Pelangi yang muncul kali ini lebih cerah dari sebelumnya. Bahkan berkilau seperti permata.


Persahabatan Baru


Setelah itu, Lila tersenyum.


“Kamu tidak menakutkan, Gorath.”


Gorath tertawa pelan.


“Dan kamu tidak takut padaku.”


“Sedikit sih tadi…” jawab Lila jujur.


Mereka berdua tertawa.


Rahasia yang Dijaga


Sebelum pulang, Gorath berkata:


“Bisakah kau merahasiakan ini dari desa?”


Lila mengangguk.


“Rahasiamu aman! Tapi… bolehkah aku datang lagi?”


Gorath tersenyum hangat.


“Tentu. Aku akan menunggumu setiap pagi.”


Sejak Saat Itu…


Sejak hari itu, Lila sering datang membantu Gorath. Pelangi di Desa Warna Indah menjadi semakin indah setiap hari. Dan meskipun penduduk desa tidak tahu siapa yang membuatnya, mereka selalu merasa bahagia.

Leave A Comment