Welcome, Mom/Dad!
google_button Or please Login / Register!
8 Alasan Kenapa Anak Lebih Nurut Orang Lain Dibandingkan Orang Tuanya

8 Alasan Kenapa Anak Lebih Nurut Orang Lain Dibandingkan Orang Tuanya

Willow Mom mungkin pernah merasa, kenapa ya si Kecil terlihat lebih nurut saat bersama guru, nenek, atau orang lain, tapi justru sulit mendengarkan saat di rumah? Padahal Willow Mom sudah berusaha memberikan yang terbaik.

Ternyata, hal ini bukan semata karena anak “nakal” atau tidak menghargai orang tua, lho. Justru ada faktor hubungan emosional yang kuat di balik perilaku tersebut.


Dilansir dari psychologytoday.com, hal ini berkaitan dengan secure attachment atau hubungan yang aman antara anak dan orangtua. Berikut rangkuman 8 alasan kenapa anak terlihat lebih nurut orang lain dibanding Mama.


1). Willow Mom adalah “Safe Space” untuk Anak


Anak merasa paling aman bersama Willow Mom. Karena rasa aman ini, mereka jadi lebih bebas mengekspresikan emosi, termasuk rasa kesal, lelah, atau frustrasi. Di luar rumah, anak cenderung “menahan diri”. Tapi saat pulang, mereka tahu bahwa Mama adalah tempat paling nyaman untuk menjadi diri sendiri.


2). Anak Menjaga Sikap di Luar Rumah


Saat di sekolah atau lingkungan sosial, anak biasanya berusaha menunjukkan perilaku terbaiknya. Mereka ingin terlihat baik di mata guru, teman, atau orang lain. Akibatnya, energi mereka banyak terkuras untuk “menjaga sikap”. Ketika di rumah, mereka jadi lebih santai dan tidak lagi menahan emosi.


3). Bukan Tanda Anak Tidak Hormat


Perilaku ini sering disalahartikan sebagai bentuk pembangkangan. Padahal, justru ini tanda bahwa anak merasa dekat dan percaya pada orangtuanya. Dalam konteks ini, anak “berani” menunjukkan sisi aslinya karena tahu kasih sayang Mama tidak bersyarat.


4). Secure Attachment Membuat Anak Lebih Ekspresif


Dilansir dari psychologytoday.com, anak yang memiliki hubungan yang hangat dengan orang tua cenderung:


  1. Percaya bahwa orangtua akan selalu ada saat mereka butuh
  2. Lebih berani mengeksplorasi lingkungan
  3. Lebih terbuka dalam mengekspresikan emosi
  4. Ini termasuk emosi negatif sekalipun.


5). Anak “Melepaskan” Emosi di Rumah


Setelah seharian menahan diri, anak membutuhkan tempat untuk melepas emosinya. Rumah menjadi tempat paling aman untuk itu. Makanya, jangan heran kalau anak terlihat lebih “rewel” di rumah. Itu bukan karena mereka tidak bisa diatur, tapi karena mereka sedang memproses emosinya.


6). Orang Tua Bukan Satu-satunya yang Didengar Anak


Menariknya, anak memang tidak selalu mau mendengarkan orang tuanya. Bahkan, terkadang orang tua adalah “orang terakhir” yang ingin mereka dengarkan. Ini hal yang wajar. Anak juga membutuhkan figur dewasa lain seperti guru, pelatih, atau anggota keluarga untuk memberikan perspektif berbeda.


7). Lingkungan Sosial juga Berperan Penting


Dilansir dari blog jimmyklee.ca, ia membagikan pengalamannya mengenai hal tersebut. Anak sebenarnya membutuhkan lebih dari satu figur dewasa dalam hidupnya. Dengan adanya orang dewasa lain yang dipercaya, anak bisa mendapatkan arahan, nilai, dan sudut pandang yang lebih beragam.


8). Cara Orang Tua Merespons Sangat Menentukan


Respons Willow Mom terhadap situasi ini sangat berpengaruh. Jika Willow Mom langsung memarahi atau berkata, “Kok kamu nggak pernah dengerin sih?”, anak justru bisa semakin menutup diri. Sebaliknya, pendekatan yang tenang dan penuh empati bisa membantu anak lebih terbuka dan mau bekerja sama.


Tips untuk Willow Mom agar Anak Lebih Mau Mendengarkan


Daripada langsung menuntut anak untuk patuh, Willow Mom bisa mencoba beberapa cara berikut:


  1. Gunakan nada suara yang tenang dan tidak mengancam
  2. Dengarkan dulu perasaan anak sebelum memberi arahan
  3. Bangun komunikasi dua arah, bukan hanya memberi perintah
  4. Beri anak pilihan agar mereka merasa dilibatkan
  5. Luangkan waktu quality time tanpa distraksi


Pada akhirnya, tujuan utamanya bukan sekadar membuat anak “nurut”, tetapi membangun hubungan yang hangat dan penuh kepercayaan. Saat anak merasa didengar dan dipahami, mereka akan lebih mudah untuk mendengarkan kembali, bukan karena takut, tetapi karena mau.

Leave A Comment