Pernahkah Willow Mom merasa khawatir karena si Kecil seolah batuk pilek (bapil) setiap bulan? Tenang, Willow Mom tak sendirian, kok.
Banyak orangtua yang mengira daya tahan tubuh anaknya lemah ketika mengalami hal ini. Padahal, menurut dr. Citra, SpA, IBCLC, MKes, seorang dokter spesialis anak yang aktif berbagi edukasi di akun Instagram, kondisi ini cukup umum terjadi, Mom.
Dalam akun Instagram pribadinya @citra_amelinda, ia menjelaskan bahwa rata-rata balita bisa mengalami batuk pilek 6-12 kali dalam setahun.
Lantas, apakah frekuensi sebanyak 6 kali per tahun atau hampir setiap bulan masih tergolong normal dan kapan Willow Mom perlu waspada? Simak penjelasan lengkapnya dalam rangkuman berikut ini.
1). Frekuensi Normal Balita Alami Bapil dalam Setahun
Menurut dr. Citra, rata-rata balita dapat mengalami batuk pilek sebanyak 6 hingga 12 kali dalam satu tahun. Artinya, jika anak mengalami bapil hampir setiap bulan, itu masih berada dalam rentang yang wajar.
Nah, yang perlu dipahami oleh orangtua adalah bahwa sebagian besar batuk pilek pada anak disebabkan oleh infeksi virus, bukan karena daya tahan tubuhnya lemah. Risiko ini akan semakin meningkat saat musim hujan atau cuaca dingin, sehingga wajar jika anak lebih sering sakit pada periode tersebut.
2). Bukan karena Musim Hujan, Inilah Faktor Utama Penyebabnya
Tak sedikit orangtua beranggapan bahwa saat musim hujan, anak-anak memang lebih mudah terserang penyakit, terutama bapil. Tapi menurut penjelasan dr. Citra, sebenarnya bukan musim hujan yang secara langsung menyebabkan batuk pilek, Mom.
Melainkan, saat musim hujan anak cenderung lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan bersama teman atau orang lain yang membawa virus. Selain itu, virus penyebab batuk pilek ini ternyata bertahan lebih lama di udara dan pada permukaan benda yang dingin.
Saat kondisi suhu lagi rendah di musim hujan, kemampuan tubuh anak dalam melawan virus juga ikut menurun, Mom. Itulah mengapa infeksi lebih mudah terjadi.
3). Ketahui Tanda Jika Bapil Anak Perlu Penanganan Khusus
Kalau anak alami batuk pilek, jangan langsung panik dan membawanya ke dokter ya, Mom. Dalam unggahan yang dibagikan dr. Citra tersebut, ia menjelaskan bahwa orangtua juga perlu mengenali lebih dulu durasi batuk yang dialami si Kecil.
Jika batuk akut dengan durasi kurang dari 2 minggu, kondisi ini biasanya masih bisa ditangani di rumah. Namun, batuk yang berlangsung 2 minggu atau lebih termasuk dalam kategori batuk akut berkepanjangan.
Yang lebih serius adalah batuk kronik berulang, yaitu batuk selama lebih dari 2 minggu, yang terjadi minimal 3 episode dalam 3 bulan berturut-turut. Kalau anak berada dalam kondisi tersebut, langsung konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, meskipun perawatan rumahan juga tetap diutamakan sebagai langkah awal.
4). Langkah Awal Menangani Bapil di Rumah
Jika anak hanya mengalami batuk pilek ringan tanpa tanda bahaya, dr. Citra menganjurkan beberapa langkah sederhana yang bisa Willow Mom lakukan di rumah.
Pertama, pastikan untuk memenuhi hidrasi anak dengan air minum hangat. Kedua, berikan parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis jika anak demam atau sulit tidur. Nah, kalau si Kecil mengeluhkan hidungnya mampet, Willow Mom bisa menggunakan bulb syringe, nasal aspirator, atau melakukan cuci hidung.
Untuk anak di atas 1 tahun, madu juga bisa diberikan dengan takaran 1 sendok teh setiap 2 jam, lalu dilarutkan dalam air minum. Kalau usianya sudah di atas 2 tahun, Willow Mom juga bisa mengoleskan balsem menthol ke dada sesuai anjuran. Ini bisa membantu melegakan pernapasan anak ketika mengalami batuk pilek.
5). Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?
Meskipun batuk pilek umumnya sembuh sendiri dengan pengobatan rumahan, ada kondisi yang memerlukan penanganan medis segera, Mom. Yang utama adalah ketika kondisi batuk berlangsung 2 minggu atau lebih tanpa perbaikan, apalagi jika berulang dalam 3 bulan berturut-turut, jangan tunda untuk membawa anak ke dokter, ya.
Selain itu, Willow Mom juga perlu mengenali tanda lainnya, seperti batuk disertai napas cepat, sesak, tidak mau minum, atau tampak lemas, kondisi-kondisi ini juga perlu mendapatkan penanganan yang cepat untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Jadi, sudah tahu jawabannya ya, Mom? Anak yang batuk pilek hampir setiap bulan sebenarnya masih tergolong normal selama frekuensinya tidak melebihi 12 kali dalam setahun dan tidak disertai gejala berat.
Saat si Kecil alami bapil setiap bulan, Mama bisa memulai dengan penanganan rumahan, tapi tetap waspadai tanda-tanda batuk kronik atau berkepanjangan agar si Kecil segera mendapat pertolongan yang tepat.
Same In Category
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
Related Blogs By Tags
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
- Waspadai Penyakit yang Timbul setelah Anak Berenang
- Waspadai Ancaman Hepatitis Akut Misterius yang Menyerang Anak
- Waspada! Mengenal Cacar Monyet, Wabah yang Berasal dari Afrika
- Waspada! Kulit Bayi Rentan Infeksi Jamur saat Musim Hujan

Leave A Comment