Memasuki usia toddler, si Kecil mulai menunjukkan kepribadiannya yang unik dan sering kali membuat Willow Mom serta Willow Dad mengelus dada.
Fase ini sebenarnya adalah masa transisi besar di mana si Kecil mulai menyadari bahwa dirinya mulai terpisah dari Willow Mom. Meskipun perilakunya terkadang menguji kesabaran atau memicu kecemasan, sebagian besar kelakuan "ajaib" tersebut justru merupakan indikator bahwa perkembangannya berjalan sesuai usia.
Berikut 7 kelakuan si Kecil yang sering bikin khawatir padahal normal!
1. Si Kecil Sangat Suka Mengatakan “Tidak”
Mendengar si Kecil terus-menerus menolak dengan kata "tidak" mungkin membuat Willow Mom merasa gagal dalam mendidik, atau terkadang merasa menyerah. Namun, Willow Mom perlu tahu bahwa ini adalah tahap penting dalam pengembangan kemandirian.
Di usia 1-3 tahun, si Kecil baru saja menemukan kekuatan dari kata-kata untuk menunjukkan kehendaknya sendiri. Dengan berkata tidak, si Kecil sedang berlatih mengambil keputusan dan menegaskan otonomi atas dirinya.
Jadi, jangan langsung terpancing emosi ya, Mom. Selama si Kecil tidak dalam bahaya, memberikan pilihan terbatas seperti "Mau pakai baju biru atau merah?" bisa menjadi cara cerdas untuk merespons fase ini tanpa harus berdebat panjang setiap saat.
2. Kelakuan Si Kecil yang Suka Sekali Melawan
Sering kali Willow Mom merasa si Kecil sengaja menguji batasan dengan cara melawan atau melakukan hal yang dilarang tepat di depan mata Willow Mom. Kelakuan ini sebenarnya bukan berarti si Kecil nakal, melainkan bentuk eksplorasi sebab-akibat.
Si Kecil sedang belajar memahami konsekuensi dari setiap tindakannya terhadap lingkungan sekitar, termasuk reaksi Willow Mom. Baginya, melihat ekspresi Willow Mom saat ia melawan adalah bagian dari proses belajar sosial yang sangat menarik.
Alih-alih membentak, Willow Mom bisa memberikan batasan yang konsisten namun lembut. Ingatlah bahwa fase perlawanan ini adalah cara si Kecil melatih keberanian dan kemampuan berpikir kritisnya yang akan sangat berguna saat ia tumbuh dewasa nanti.
3. Fase Manja yang Membuat si Kecil Tidak Mau Lepas
Ada masanya si Kecil tiba-tiba menjadi sangat manja dan tidak mau lepas dari pelukan Willow Mom bahkan hanya untuk ke kamar mandi sebentar. Kelakuan clingy ini sering kali didiagnosis sebagai kecemasan perpisahan (separation anxiety) yang sebenarnya sangat normal terjadi di usia ini.
Si Kecil sedang membangun rasa aman dan memastikan bahwa Willow Mom akan selalu kembali padanya. Memori tentang kehadiran Mama yang konsisten saat ia merasa butuh adalah kunci untuk membentuk secure attachment.
Jangan merasa terbebani, Mom. Berikanlah afirmasi dan pelukan ekstra yang ia butuhkan. Biasanya, semakin si Kecil merasa kebutuhannya akan rasa aman terpenuhi, ia akan semakin berani untuk kembali bereksplorasi secara mandiri.
4. Lebih Memilih Salah Satu Orang Tua
Mungkin Willow Dad akan merasa sedih jika tiba-tiba si Kecil hanya mau digendong atau disuapi oleh Willow Mom, begitupun sebaliknya. Fenomena "pilih kasih" ini sering kali memicu kekhawatiran tentang hubungan emosional, padahal ini hanyalah fase preferensi sementara.
Si Kecil sedang bereksperimen dengan kontrol dan mencoba memahami dinamika hubungan sosial yang lebih kompleks. Biasanya, preferensi ini akan berganti seiring waktu dan aktivitas yang dilakukan bersama.
Willow Dad tetap bisa terlibat melalui aktivitas yang berbeda untuk menjaga kedekatan. Jangan dibawa perasaan karena kelakuan si Kecil ini bukan berarti ia tidak sayang, melainkan ia sedang merasa lebih nyaman dengan rutinitas tertentu yang hanya ada pada salah satu orangtua.
5. Cara Makan Si Kecil yang Masih Berantakan
Melihat makanan bertebaran di lantai atau saus yang menempel di seluruh wajah si Kecil memang bisa memicu stres bagi Willow Mom yang menyukai kebersihan. Namun, makan berantakan adalah bagian krusial dari perkembangan sensorik dan motorik halusnya.
Dengan menyentuh, meremas, dan merasakan tekstur makanan secara langsung, si Kecil sebenarnya sedang belajar mengenali jenis makanan dan melatih koordinasi tangan-mata.
Proses ini sangat penting untuk mencegah masalah picky eater di kemudian hari. Alih-alih melarangnya bermain dengan makanan, Willow Mom bisa menyediakan alas yang mudah dibersihkan. Biarkan si Kecil bereksplorasi, karena melalui kekacauan di meja makan itulah kemampuan motoriknya berkembang pesat.
6. Suka Mengulang Aktivitas yang Sama Terus Menerus
Membaca buku yang sama sepuluh kali atau memainkan mobil-mobilan dengan gerakan yang identik selama berjam-jam mungkin terasa membosankan bagi Willow Mom, tapi tidak bagi si Kecil.
Pengulangan adalah cara utama si Kecil belajar dan menguasai sebuah keterampilan baru. Setiap kali ia mengulang, ia sedang memperkuat sirkuit di otaknya dan membangun rasa percaya diri karena ia sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Repetisi memberikan rasa aman dan kendali atas dunianya yang masih asing. Dukunglah si Kecil dalam fase "pengulangan" ini dengan kesabaran ekstra. Ketekunan si Kecil dalam mengulang satu aktivitas sebenarnya adalah tanda bahwa ia memiliki fokus yang baik dan sedang bekerja keras memproses informasi baru.
7. Si Kecil Malu Saat Bertemu dengan Orang Baru
Mungkin Willow Mom and Dad khawatir si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang antisosial jika ia langsung bersembunyi di belakang kaki Mama saat bertemu orang asing.
Padahal, rasa malu atau waspada terhadap orang baru adalah tanda perkembangan kognitif yang sehat. Si Kecil kini sudah bisa membedakan mana orang yang akrab dengannya dan mana yang tidak, yang merupakan mekanisme perlindungan diri alami.
Jangan memaksa si Kecil untuk langsung bersosialisasi atau memberikan label "pemalu" padanya. Berikan waktu bagi si Kecil untuk mengamati dari jarak aman hingga ia merasa cukup nyaman untuk mendekat.
Menghadapi kelakuan "ajaib" si Kecil memang butuh stok sabar yang banyak ya, Mom. Tapi tenang saja, sebagian besar hal yang bikin Mama khawatir itu justru tanda bahwa si Kecil tumbuh dengan cerdas dan sehat.
Dari ketujuh kelakuan di atas, mana yang paling sering bikin Willow Mom menarik napas panjang belakangan ini?
Same In Category
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
Related Blogs By Tags
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
- Waspadai Penyakit yang Timbul setelah Anak Berenang
- Waspadai Ancaman Hepatitis Akut Misterius yang Menyerang Anak
- Waspada! Kulit Bayi Rentan Infeksi Jamur saat Musim Hujan
- Waspada Penyakit Kawasaki pada Anak, Ini Gejala dan Cara Deteksinya

Leave A Comment