Pada dahulu kala di sebuah kerajaan, hiduplah raja dan ratu. Mereka mempunyai anak, pangeran muda dalam hidupnya. Pangeran itu pemberani, baik hati, dan murah hati alias suka berbagi. Namun, satu-satunya masalah pangeran adalah dia tidak suka makan sayuran.
Padahal kan sayuran enak dan memiliki kandungan yang sehat bergizi. Pangeran pun sebenarnya akan segera diangkat menjadi raja karena ayahnya sudah tua dan tidak bisa bekerja seperti sedia kala. Maka, sebelum ia diangkat menjadi raja. Dalam benaknya muncul banyak keraguan. Akhirnya, suatu hari, dia pun memanggil guru besar kerajaan.
“Selamat datang, guru yang hebat!” ujar pangeran.
“Apa yang mengganggumu, wahai pangeran muda?” tanya guru besar itu.
“Saya akan segera diangkat menjadi raja, tapi saya tidak tahu apakah saya akan menjadi raja yang baik. Saya tidak tahu kualitas apa yang harus saya miliki,” jawab pangeran dengan nada sedih.
“Hmm. Mungkin aku bisa membantu. Apakah kamu makan sayuran?” tanyanya lagi.
“Ya, saya tahu. Tapi, saya tidak suka dengan sayuran,” kata pangeran kepada guru besar.
“Pangeran, mungkin kamu belum menyadari, tapi ada banyak hal yang bisa mereka ajarkan kepada kita. Di situlah letak jawaban atas semua pertanyaanmu,” tutur guru besar.
Pangeran pun tidak dapat memahami apa yang dikatakan guru besar itu. Kemudian, guru besar itu kembali menjelaskan lebih jauh dan berkata, “Kadang-kadang, kamu harus menjadi seperti terong ungu yang dilengkapi mahkota, tapi kamu juga harus menjadi seperti labu yang tumbuh rendah hati dari tanah. Berdiri seperti ladyfingers (biskuit manis) yang cantik, ramping, dan tinggi tapi juga ramah seperti kentang yang mudah berbaur dengan semua.”
Pangeran terkejut melihat bagaimana guru besar itu menghubungkan tugas pangeran dengan sayuran. Guru besar itu kemudian melanjutkan, “Tapi, di depan para tetua dan guru, kamu harus seperti lobak yang polos. Terkadang, kamu juga harus seperti bau bawang yang bisa membuat lawanmu menangis, tapi kamu juga harus seperti kembang kol yang murah hati, kamu harus membuat orang-orang di sekitarmu bahagia!”
“Wow! Pelajaran apa ini! Ini seolah menyelesaikan semua masalahku,” ujar pangeran.
Ia pun berterima kasih kepada guru besar itu. Guru besar pun sangat senang bisa membantu permasalahan pangeran. Sejak hari itu, pangeran pun memakan semua sayuran dan dia menjadi raja terbaik yang pernah dimiliki kerajaan.
Same In Category
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Pelajari Cara Mempercepat Pembukaan 1 Ke 10 Agar Persalinan Lancar
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk, Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar
- Yuk, Kenalan dengan Metode Gentle Birth!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yoga Hamil, Apa Manfaatnya untuk Janin?
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
Related Blogs By Tags
- Yuk, Stimulasi Sensori dan Latih Kemandirian Si Kecil saat Belajar Mandi Sendiri!
- Yuk, Siapkan Perlengkapan Musim Hujan untuk Si Kecil
- Yuk, Ketahui Posisi Tidur Bayi agar Tidak Gumoh!
- Yuk Mom, Simak Cara Mencegah Anak Kelelahan selama Mudik Lebaran
- Yang Cepat Tak Selalu Baik, Ini Bahaya Bayi Duduk Sebelum Waktunya
- Willow Mom, Ini Dia Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi
- Waspadai Penyakit yang Timbul setelah Anak Berenang
- Waspada! Kulit Bayi Rentan Infeksi Jamur saat Musim Hujan
- Waspada Penyakit Kawasaki pada Anak, Ini Gejala dan Cara Deteksinya
- Waspada Obesitas pada Bayi, Ini Cara Mengatasinya!

Leave A Comment